Seluruh upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait. Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan zero burning menjadi bagian dari komitmen pencegahan agar risiko munculnya titik api dapat ditekan.

Jatmiko mengatakan, upaya penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk melindungi aset perusahaan, tetapi juga memperhatikan dampak kabut asap terhadap pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Karyawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap. Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh,” tuturnya.

Salurkan 11,2 Juta Liter Air dan 1 Juta Masker

Sebagai bentuk kepedulian sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta donasi swadaya karyawan, PTPN IV PalmCo telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih untuk membantu mengatasi krisis air di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Baca juga:  PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi, Bangun SDM Unggul untuk Perkuat Daya Saing Industri Sawit Nasional

Perusahaan juga menyalurkan satu juta lembar masker, dengan prioritas bagi anak-anak sekolah, guna membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ke depan, PTPN IV PalmCo menyatakan akan terus menyiagakan personel dan peralatan pencegahan karhutla serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat di tingkat tapak mengenai pentingnya membuka lahan tanpa membakar.

Melalui penguatan sistem peringatan dini, kesiapan peralatan, koordinasi lintas instansi, dan dukungan sosial, perusahaan berharap risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. (*)