Dalam paparannya, Mursyid menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial.

“Jarimu adalah harimaumu. Maksudnya, apa yang kita ketik, apa yang kita posting, apa yang kita bagikan di medsos itu bisa menerkam balik diri kita sendiri. Satu jempol bisa membuat seseorang terjerat UU ITE,” ujar Mursyid.

Mursyid menambahkan, untuk mengetahui apakah sebuah informasi itu hoaks atau bukan, ada banyak filter yang harus dilakukan.

“Jangan langsung percaya dan langsung share. Verifikasi dulu informasi itu, konfirmasi sumbernya. Tanyakan _who, what, when, where_-nya jelas tidak,” kata Mursyid.

Ia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan layanan cek fakta yang ada.

“Bisa ditanyakan di web anti-hoaks milik Kominfo seperti _kominfo.go.id_ atau situs http://TurnBackHoax.id. Sekarang paling mudah, tanyakan balik ke AI, apakah foto atau video itu asli atau buatan AI. Jangan sampai kita jadi penyebar hoaks karena malas verifikasi,” tutupnya.

Baca juga:  Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

Dialog tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Jambi untuk lebih cerdas dan bijak dalam bermedia sosial di tengah banjir informasi. (*)