TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik melalui pendekatan ekonomi sirkular saat mengunjungi RT 21 Kelurahan Bakung Jaya, Jumat (11/7/2025). Dengan merujuk pada Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kota Jambi 2025–2045, Diza Hazra menyatakan bahwa sampah rumah tangga masih menyumbang 57,7 persen dari total sampah kota, di mana hampir setengahnya berasal dari sampah makanan.

“Sampah makanan mendominasi dengan 48,33 persen. Pembusukan di Tempat Pembuangan Akhir tidak hanya membuang peluang nilai ekonomi, tetapi juga memproduksi gas metana yang memperburuk pemanasan global,” ujar Diza Hazra. Ia mendorong upaya inovatif yang telah diterapkan warga RT 21 dalam mengelola sampah organik menjadi produk bernilai jual tinggi.

Baca juga:  Kala Perda Tata Ruang Berbicara, Stockpile Batubara di Jambi Tak Lagi Punya Tempat

Di RT 21, sampah sisa makanan, sayuran, buah busuk, bahkan kotoran ternak, diurai oleh larva black soldier fly (maggot). Larva ini tidak hanya efisien mengurai limbah organik, tetapi juga menghasilkan pakan berkadar protein tinggi untuk ikan dan unggas. “Maggot mampu menyulap sampah menjadi pakan berkualitas, sementara ampasnya yang kita sebut kasgot bisa jadi pupuk kompos,” jelasnya. Kasgot telah digunakan untuk pertanian dan tanaman hias, melengkapi prinsip zero waste.