Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyoroti potensi perluasan model ini ke sektor UMKM perikanan. “Berbagai produk lokal seperti getas ikan, brownies ikan, hingga albumin gabus—telah dikembangkan. Ini peluang bagi pelaku usaha di Jambi untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggairahkan industri kreatif,” katanya.
Sebagai bagian dari program Kampung Bahagia, pemerintah kota mengalokasikan dana Rp 100 juta per RT untuk mendukung manajemen sampah di tingkat lingkungan. Diza Hazra mengingatkan bahwa “pengelolaan sampah berbasis komunitas adalah ujung tombak Gerakan Bersama menuju zero waste di Kota Jambi.”
Dalam penutupnya, ia mengajak semua pihak—warga, pelaku usaha, hingga instansi terkait—untuk bersinergi. “Mari kita maksimalkan potensi sampah sebagai sumber daya, bukan lagi beban. Dengan kolaborasi, kita jaga kebersihan, ciptakan peluang, dan lindungi lingkungan demi masa depan yang lebih baik”,tutupnya.(*)



Tinggalkan Balasan