“Kami juga sudah mendirikan Call Center Bahagia yaitu layanan 24 jam selama 7 hari untuk sistem penanganan kegawatdaruratan terpadu dan menunjuk satu dokter sebagai Kepala UPTD-nya. Bagi masyarakat yang membutuhkan dapat menelpon nomor tersebut dan akan dikirimkan ambulans dan perawat dengan secepatnya,” kata Maulana.

Dalam upaya menurunkan angka stunting, Maulana menegaskan komitmen pemerintah kota.

“Dalam rangka menurunkan angka stunting, kita pada Tahun 2025 alhamdulillah turun, baru saja dirilis dua hari yang lalu oleh Kementerian Kesehatan yang mana sebelumnya pada Tahun 2023 ada sebesar 13,5 persen turun menjadi 10,3 persen. Dan ini akan terus kita akan upayakan.”

Mengenai program kesehatan gratis, Maulana menyampaikan bahwa saat ini sudah dilakukan pengecekan kesehatan gratis terhadap 6.000 warga.

Baca juga:  Wako Maulana dan Anggota DPR RI Edi Purwanto Tinjau Proyek Rp75 M, Targetkan Kota Jambi Bebas Banjir 2026

“Kami informasikan juga bahwa setiap warga yang berulang tahun berhak mendapatkan pengecekan kesehatan gratis di puskesmas terdekat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemerintah Kota Jambi telah mengangkat 794 tenaga honorer di bidang kesehatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Mereka juga sudah saya lantik beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Maulana menambahkan, pemerintah kota terus berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana di bidang kesehatan, mulai dari pengadaan alat kesehatan di RSUD H. Abdul Manap dan RSUD H. Abdurahman Sayoeti hingga rehabilitasi gedung rumah sakit.

“Dimulai dari pengadaan alat kesehatan RSUD H.Abdul Manap dan RSUD H.Abdurahman Sayoeti hingga rehabilitasi gedung rumah sakit,” pungkasnya. (Aas)

Baca juga:  Wakil Wali Kota Jambi Jenguk Balita Penderita Leukemia di RSUD Raden Mattaher