Pada kesempatan tersebut Hj. Hesti Haris juga menyampaikan, dalam konteks pembangunan daerah, kehadiran figur seperti Ibunda Guru menjadi pelengkap esensial terhadap pendekatan teknokratik yang dijalankan oleh birokrasi. Di tengah tantangan dan kompleksitas pendidikan saat ini, figur Ibunda Guru menghadirkan nilai-nilai empati, keteladanan, dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih besar bagi pendekatan berbasis nilai dan keibuan seperti ini,” ungkapnya.
“Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjembatani antara masyarakat dan pemerintah di sektor pendidikan. Ibunda Guru bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga agen perubahan sosial yang strategis untuk mewujudkan Provinsi Jambi yang unggul secara intelektual dan mulia secara moral,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi dalam sambutannya menegaskan bahwa PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam memajukan dunia pendidikan. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.
“Lembaga pendidikan dan situs-situs budaya di daerah adalah aset nasional yang harus dijaga, tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai penjaga warisan nilai dan kearifan lokal,” tegasnya.
Sebelumnya, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Jangcik Mohza, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024, IPM tercatat mencapai 74,36 persen, meningkat dari 73,77 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh naiknya rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS), yang menjadi indikator utama keberhasilan sektor pendidikan.
Jangcik juga mengatakan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong peningkatan daya saing pendidikan melalui program prioritas “PRO dan CERDAS”. Program ini berfokus pada penguatan sistem kesehatan primer dan peningkatan kualitas pendidikan, serta bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Upaya tersebut juga mencakup penurunan angka putus sekolah dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
“Kami menyampaikan selamat kepada seluruh Ibunda Guru Provinsi Jambi dan kabupaten/kota yang dikukuhkan. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak harapan dan komitmen bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih manusiawi. Sosok Ibunda Guru diharapkan mampu menjadi inspirasi, pengayom, sekaligus penjaga semangat dalam mendidik anak-anak, pemilik masa depan bangsa,” ucapnya. (*)



Tinggalkan Balasan