TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Sejumlah organisasi pemuda lintas iman di Provinsi Jambi menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi nasional yang diwarnai aksi demonstrasi. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (31/8/2025).

Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah, termasuk di Jambi. Organisasi lintas iman mendesak pemerintah dan DPRD di semua tingkatan untuk mendengarkan tuntutan rakyat serta menunjukkan empati dan keadilan bagi masyarakat.

Mereka juga meminta pimpinan partai politik menegur anggota dewan yang bersikap tidak pro-rakyat dan mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati masyarakat.

Selain itu, organisasi lintas iman mengajak massa aksi untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis. Mereka menolak keras demonstrasi yang mengarah pada isu SARA maupun konflik horizontal.

Baca juga:  Breaking News ! Partai Nasdem Pecat Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach

Kepada aparat keamanan, mereka meminta TNI-Polri bertindak secara terukur dan tidak represif terhadap aksi damai, namun tetap tegas menghadapi oknum penyusup yang memicu kerusuhan.

Adapun poin-poin lengkapnya adalag sebagai berikut :

1. Menyampaikan simpati dan duka yang mendalam atas kondisi dalam aksi demonstrasi yang terjadi di Indonsia dalam skala Nasional terkhusus Jambi;

2. Meminta Pemerintah dan DPRD Propinsi Jambi dan Kabupaten/Kota agar mendengar seluruh tuntutan rakyat dan memberikan rasa empati dan keadilan terhadap kondisi yang dirasakan tiap elemen masyarakat;

3. Mendesak para Pimpinan Partai Politik untuk menegur dan mengevaluasi anggota Dewan yang bersikap tidak pro rakyat dan serta tidak mengeluarkan statement yang menyakiti hati rakyat serta memberikan perhatian yang bernilai empati kepada persoalan rakyat;

Baca juga:  Emir Moeis Luncurkan Buku “Marhaenisme: Visi Sosialisme Indonesia”, Ajak Generasi Muda Bongkar Distorsi Sejarah Bung Karno

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasinya untuk tetap kondusif dengan menjaga nilai-nilai budaya Jambi yang harmonis dan damai serta tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis yang akan merugikan sesama masyarakat.

5. Menolak aktifitas demonstrasi yang anarkis dan mengarah kepada penggiringan isu konflik horizontal yakni isu Suku, Agama, Etnis, dan golongan (SARA);