TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Polemik penolakan pembangunan stockpile batubara PT Sinar Anugrah Sentosa (SAS) di kawasan Aur Kenali, Kota Jambi, dan Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, terus bergulir. Di tengah perdebatan antara kepentingan investasi dan aspirasi warga, muncul suara tegas bahwa Jambi tidak boleh kalah dengan investasi yang justru merampas hak hidup masyarakat.
Sejumlah warga bersama organisasi masyarakat sipil menolak keras keberadaan proyek yang dinilai tidak sesuai tata ruang dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius. Debu, kebisingan, pencemaran udara, hingga ancaman menurunnya kualitas hidup warga sekitar menjadi alasan utama penolakan.
“Investasi seharusnya menghadirkan kesejahteraan, bukan keresahan. Kalau sampai merugikan masyarakat, itu bukan lagi pembangunan, melainkan perampasan hak hidup warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat Aur Kenali, Minggu (14/9/2025).
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, Dr. Noviardi Ferzi, menilai bahwa pemerintah tidak boleh tunduk pada tekanan modal. Menurutnya, hak dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pembangunan.



Tinggalkan Balasan