Anindya Bakri juga memaparkan peran nyata KADIN Indonesia, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 30.000 dapur secara nasional. KADIN berkomitmen mendirikan 1.000 dapur, dimana 300 diantaranya sudah beroperasi.
“Jika 1.000 dapur beroperasi, akan tercipta 50.000 lapangan kerja, sekaligus memberi manfaat bagi 3,5 juta anak. Program ini bukan hanya tentang angka, tapi bukti nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata Anindya Bakri.
Anindya Bakri juga menegaskan bahwa RUU KADIN telah masuk dalam Prolegnas, dan diharapkan segera dibahas pada September–Oktober 2025 agar organisasi semakin relevan menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Ketua KADIN Provinsi Jambi, Usman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas dukungan nyata terhadap KADIN, mulai dari fasilitas sekretariat hingga kendaraan operasional.
Usman juga mengingatkan pentingnya kontribusi KADIN kepada masyarakat, salah satunya melalui bantuan oxygen generator senilai Rp4,5 miliar saat pandemi.
Selain itu, Ketua Kadin Provinsi Jambi tersebut juga menekankan pentingnya pembangunan Pelabuhan Internasional di Jambi.
“Sampai hari ini Jambi belum memiliki pelabuhan internasional yang memadai. Padahal sebuah provinsi tidak akan berkembang pesat tanpa pelabuhan sebagai pintu ekspor-impor. Kami berharap pemerintah pusat dan KADIN Indonesia ikut mendorong agar Jambi segera memiliki pelabuhan,” harapnya. (*)



Tinggalkan Balasan