Mengapa Kasus Tebo Harus Diusut Sekarang?

1.Setara secara waktu

Kasus Provinsi dan Tebo sama-sama mencuat sejak 2024.

Jika satu diproses cepat dan satu lagi dibiarkan, maka itu menciptakan preseden buruk bagi supremasi hukum.

2.Bidang yang sama: Pendidikan

Korupsi pendidikan adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan.

Tidak ada toleransi untuk itu.

3.Dampak langsung kepada masyarakat Tebo

Masyarakat Tebo berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang transparan, bersih, dan akuntabel.

Hak itu tidak boleh dicederai oleh praktik-praktik pengadaan yang tidak sesuai regulasi.

4.Kredibilitas Kejati dan Kejari dipertaruhkan

Jika mampu membongkar kasus provinsi namun gagal mengurai kasus kabupaten,

maka publik akan mempertanyakan independensi dan konsistensi aparat penegak hukum.

Baca juga:  Kado Spesial HUT Ke 25 Kabupaten Muaro Jambi : Memilih Sosok Pemimpin Yang Tepat

Jangan Ada “Korupsi Senyap” di Tebo

Momentum pemberantasan korupsi di sektor pendidikan Provinsi Jambi harus dijadikan titik tolak untuk menuntut keadilan yang sama di Kabupaten Tebo.

Jika satu kasus berhasil dibongkar, maka tidak ada alasan logis untuk membiarkan kasus lain redup.

Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi, saya melihat bahwa penegakan hukum bukan hanya soal menangkap koruptor, tetapi juga menjaga agar prinsip equality before the law berdiri tegak. Tidak boleh ada wilayah yang kebal, tidak boleh ada kasus yang dilupakan.

Kasus Tebo tidak boleh menjadi korban senyap dari hiruk-pikuk kasus di tingkat provinsi.

Justru sebaliknya kasus provinsi harus menjadi penegas bahwa era impunitas telah berakhir.

Baca juga:  Soroti Anggaran 2026 : Penghematan Harus Dimulai dari Pimpinan Daerah

Dan publik sedang melihat semuanya dengan sangat jelas.

Penulis merupakan Demisioner Seketaris Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (Hima-IH) Universitas Jambi 2021-2022