Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sembilan tuntutan kepada manajemen PDAM Tirta Mayang, yakni:
1. Menolak kenaikan tarif berlangganan PDAM Tirta Mayang Kota Jambi.
2. Mengecam keputusan Dirut PDAM menaikkan tarif tanpa sosialisasi kepada publik.
3. Mendesak PDAM memberikan pelayanan air bersih secara merata kepada masyarakat.
4. Mendesak Dirut segera memperbaiki pelayanan, kualitas air, dan sistem pengawasan.
5. Mendesak transparansi pengelolaan tarif, pencatatan meteran, dan data perhitungan kepada publik.
6. Mendesak penurunan biaya pemasangan PAM dan transparansi tarif pemasangan.
7. Mengecam kinerja Dirut karena masih banyak warga yang belum menikmati layanan air PDAM secara merata.
8. Mendesak Dirut mengambil langkah tegas untuk pemerataan air bersih di Kota Jambi.
9. Meminta PDAM membuka secara jelas mekanisme pengaduan layanan, waktu penanganan gangguan, dan informasi bagi pelanggan.
Mahasiswa menyatakan aksi ini akan terus berlanjut apabila PDAM tidak memberikan jawaban resmi dan memenuhi tuntutan perbaikan pelayanan. (AAS)



Tinggalkan Balasan