Kepada masyarakat, Wali Kota Jambi juga mengimbau agar memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan bencana.

“Misalnya dengan gotong royong, dan ini harus didukung bersama-sama,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan penetapan siaga darurat bencana ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan. Peran orang tua juga dinilai sangat penting, terutama dalam mengawasi anak-anak saat hujan turun.

“Peran orang tua sangat penting, seperti mencegah anak-anak kita bermain saat hujan dengan memanggil mereka ke rumah dan mengawasinya agar tidak berada di pinggir aliran drainase, got, sungai, dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Maulana mengungkapkan bahwa Pemkot Jambi telah menyiapkan anggaran untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam melalui pos Biaya Tidak Terduga (BTT).

Baca juga:  Terima Apresiasi PAI 2025, Al Haris Komitmen Penguatan Pendidikan Agama Islam di Jambi

“Kita sudah siapkan melalui BTT. Namun, selama kondisinya masih siaga, anggaran tersebut belum bisa dikeluarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Jambi juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan-kawasan berbahaya saat hujan, seperti di sekitar tiang listrik dan papan reklame.

“Banyak pihak yang harus terlibat secara bersama. Mudah-mudahan upaya jangka pendek ini bisa meningkatkan kewaspadaan kita bersama,” imbaunya.

Sebagai langkah pencegahan jangka menengah dan panjang, khususnya untuk mengatasi banjir, Pemkot Jambi terus melakukan pembangunan kolam retensi serta normalisasi drainase yang saat ini tengah berjalan.

“Ini akan terus kita lakukan sebagai jalan keluar semi permanen dalam jangka menengah dan jangka panjang,” pungkas Maulana. (*)

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Kunjungi Rektor Universitas Jambi dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H