“Dalam perspektif keislaman dan filsafat, menjaga lingkungan adalah amanah. Merawat kampus berarti menjaga keseimbangan antara ilmu, etika, dan tanggung jawab moral,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan pemikiran filsuf lingkungan Aldo Leopold yang menilai suatu tindakan benar apabila mampu menjaga keutuhan, kestabilan, dan keindahan komunitas kehidupan. Nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kampus melalui tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat fasilitas bersama.

Melalui kegiatan “Mahasiswa Jaga, Mahasiswa Merawat : HMPS AFI Cinta Lingkungan Kampus UIN STS Jambi”, HMPS AFI berharap dapat menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan di lingkungan UIN STS Jambi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi budaya dan mengajak seluruh mahasiswa pada umumnya . Jika mahasiswa mampu menjaga lingkungannya, maka nilai etika dan keilmuan kampus akan tumbuh secara harmonis,” tutup Ahmed Zidan Saputra.

Baca juga:  Dosen FKIP UNJA Dampingi Guru SMPN 5 Tanjabtim Susun Modul Ajar Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh mahasiswa UIN STS Jambi untuk berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus demi menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan. (*)