“Rembug ini menjadi bukti bahwa warga RT 39 terbuka terhadap investasi. Dengan adanya kesepakatan bersama, kami berharap tidak ada lagi kesalahpahaman dan semua pihak dapat menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Pengawal Investasi Jambi, Ritas Maryanto, SE, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memfasilitasi penyelesaian konflik secara konstruktif sekaligus memastikan investasi berjalan seiring dengan kepentingan publik.

“Forum Pengawal Investasi Jambi berkomitmen mengawal investasi yang sehat dan berkeadilan. Selain memfasilitasi dialog antara warga dan investor, kami juga akan mengawal usulan fasilitas publik, khususnya pengendalian banjir dan drainase permanen, agar segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Jambi dan DPRD Kota Jambi,” tegas Ritas.

Baca juga:  Yayasan AHM Gandeng UGM Kembangkan Desa Berkelanjutan di Merapi

Rembug warga ini menghasilkan Kesepakatan Bersama yang mencakup mitigasi sementara pengendalian air hujan, komitmen Pemerintah Kota Jambi membangun sistem drainase permanen pada Tahun Anggaran 2026, pelibatan warga dalam kegiatan usaha, izin kelanjutan pembangunan dan operasional lapangan padel, serta komitmen bersama menjaga kondusivitas lingkungan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh perwakilan warga RT 39, Ketua RT, Pengelola Jambi Padel Court, perwakilan Pemerintah Kota Jambi, dan diketahui oleh Lurah Thehok.

Sementara itu ketua RT 39 Hendri berharap kesepakatan yang sudah terbangun ini bisa direalisasikan dan terkhusus persoalan banjir yang dihadapi warganya juga bisa diselesaikan dengan sentuhan program pemerintah, sebab persoalan ini dari tahun 2009 sudah di alami warganya, ujar Hendri, karena kami juga sudah mendapatkan informasi dari perwakilan PU dan DLH bahwa proyek saluran drainase dilokasi tersebut telah dianggarkan dalam APBD 2026, harapannya semua pihak bisa ikut mengawal prosesnya, Dalam sambutannya Ketua RT 39 juga mengucapkan Terima kasih kepada Forum Pengawal Investasi yang hari ini ikut memfasilitasi pertemuan.

Baca juga:  Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Naik 16,10 Persen

Melalui rembug warga ini, seluruh pihak berharap terbangun iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. Model penyelesaian melalui dialog dan musyawarah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menyikapi dinamika pembangunan dan investasi di Kota Jambi.