“Terus terang, kalau lihat semangat anak-anak dan gurunya, sayang sekali kalau mereka harus belajar di fasilitas seperti sekarang. mereka pantas dapat ruang kelas yang terang, bersih, dan aman. Dukungan dalam bentuk perbaikan bangunan, pengadaan meja-kursi, buku, dan alat peraga belajar akan sangat membantu supaya anak-anak MI Al-Amanah bisa merasakan sekolah yang lebih manusiawi dan bikin mereka betah belajar” Ujar Putri, Wakabid Kesarinahan GMNI Bogor.

Meski fasilitas terbatas, para guru MI Al-Amanah tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi, mengajar dengan metode sederhana dan mengutamakan pembinaan akhlak serta kemampuan dasar literasi dan numerasi.

Dukungan moral dan keterlibatan wali murid menjadi kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan madrasah ini.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar maupun keagamaan, termasuk berbagai kegiatan bersama yang melibatkan organisasi mahasiswa dan komunitas sosial yang pernah datang ke Desa Kiarasari.

Baca juga:  Penerimaan Mahasiswa Baru UIN STS Jambi Jalur SNBP Segera Dibuka

Suasana kebersamaan ini menjadikan MI Al-Amanah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi karakter dan kepercayaan diri anak-anak desa.
Melihat peran penting MI Al-Amanah bagi pendidikan anak-anak di Kp. Ciparahu, sangat dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk peningkatan sarana prasarana, mulai dari renovasi ruang kelas, pengadaan meja kursi, alat peraga pendidikan, hingga perbaikan sanitasi.

“Kontribusi dapat berupa bantuan material, dana, program pendampingan pendidikan, maupun kerja sama kelembagaan dengan pihak pemerintah, kampus, dan organisasi sosial,” pungkas Putri. (*)