TANYAFAKTA.CO, JAMBI – MI Al-Amanah berlokasi di Kp. Ciparahu RT/RW 001/007, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, dan menjadi salah satu tumpuan pendidikan dasar berbasis keislaman bagi anak-anak di wilayah perdesaan tersebut.

Letak geografis yang cukup jauh dari pusat kota membuat madrasah ini melayani banyak siswa dari keluarga petani dan buruh harian yang mendambakan pendidikan layak bagi anak-anak mereka.

Saat ini MI Al-Amanah beroperasi sebagai madrasah ibtidaiyah swasta dengan dukungan masyarakat setempat, wali murid, serta tokoh desa yang bersama-sama menjaga agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski minim sarana prasarana. Kegiatan-kegiatan keagamaan dan pendidikan di madrasah ini kerap melibatkan warga sekitar sehingga sekolah menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual di kampung.

Bangunan dan ruang belajar MI Al-Amanah masih jauh dari standar ideal; beberapa ruang kelas memanfaatkan bangunan lama dengan pencahayaan dan ventilasi terbatas serta lantai seadanya. Keterbatasan ruang membuat beberapa kegiatan belajar harus dilakukan secara bergantian, dan belum semua ruang memiliki kelengkapan media pembelajaran yang memadai.

Baca juga:  Timdu Tanjab Barat Mundur, GMNI Jambi Desak Pemprov Selesaikan Konflik Lahan KT Mandiri - PT TML

Sarana pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang bermain edukatif belum tersedia secara memadai, sehingga guru sering berinovasi menggunakan bahan-bahan sederhana untuk menunjang proses pembelajaran. Fasilitas sanitasi dan tempat wudu juga masih sederhana dan membutuhkan peningkatan agar lebih layak dan higienis bagi siswa.

Dalam kondisi serba terbatas, MI Al-Amanah melayani puluhan siswa dari berbagai kelompok usia yang terbagi dalam beberapa kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. Para siswa datang dari lingkungan sekitar Kp. Ciparahu dan desa-desa terdekat, dengan latar belakang ekonomi sederhana dan motivasi kuat untuk terus bersekolah.

“Terus terang, kalau lihat semangat anak-anak dan gurunya, sayang sekali kalau mereka harus belajar di fasilitas seperti sekarang. mereka pantas dapat ruang kelas yang terang, bersih, dan aman. Dukungan dalam bentuk perbaikan bangunan, pengadaan meja-kursi, buku, dan alat peraga belajar akan sangat membantu supaya anak-anak MI Al-Amanah bisa merasakan sekolah yang lebih manusiawi dan bikin mereka betah belajar” Ujar Putri, Wakabid Kesarinahan GMNI Bogor.

Baca juga:  THM Ilegal di Taput Meraja Lela, Ketua DPP GMNI Bidang Pembangunan Daerah Serukan Aksi Turun ke Jalan

Meski fasilitas terbatas, para guru MI Al-Amanah tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi, mengajar dengan metode sederhana dan mengutamakan pembinaan akhlak serta kemampuan dasar literasi dan numerasi.

Dukungan moral dan keterlibatan wali murid menjadi kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan madrasah ini.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar maupun keagamaan, termasuk berbagai kegiatan bersama yang melibatkan organisasi mahasiswa dan komunitas sosial yang pernah datang ke Desa Kiarasari.

Suasana kebersamaan ini menjadikan MI Al-Amanah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi karakter dan kepercayaan diri anak-anak desa.
Melihat peran penting MI Al-Amanah bagi pendidikan anak-anak di Kp. Ciparahu, sangat dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk peningkatan sarana prasarana, mulai dari renovasi ruang kelas, pengadaan meja kursi, alat peraga pendidikan, hingga perbaikan sanitasi.

Baca juga:  DPC GMNI Jambi Tegak Lurus Kawal Kongres XXII: Lawan Provokasi, Jaga Marwah Perjuangan

“Kontribusi dapat berupa bantuan material, dana, program pendampingan pendidikan, maupun kerja sama kelembagaan dengan pihak pemerintah, kampus, dan organisasi sosial,” pungkas Putri. (*)