Selain pengelolaan manajemen ASN, Pemkot Jambi juga akan mengadopsi strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami sama-sama kota perdagangan dan jasa yang dituntut mandiri secara ekonomi. Pengalaman Surabaya dalam meningkatkan PAD tentu menjadi pembelajaran penting bagi Kota Jambi,” tambah Maulana.
Pada kesempatan itu, Maulana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas kerja sama antardaerah tersebut.
“Pak Eri Cahyadi sebagai Ketua APEKSI sangat membantu kota-kota di Indonesia. Kami merasakan langsung manfaatnya. Hal-hal baik yang kami lihat di sini akan segera kami aplikasikan di Kota Jambi melalui kolaborasi dan sinergi,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kerja sama ini berkaitan erat dengan penerapan Manajemen Talenta ASN, di mana penilaian kinerja dilakukan secara individual, bukan berdasarkan organisasi semata.
“Melalui sistem ini bisa terlihat beban kerja, capaian, dan keberhasilan masing-masing individu. Itulah yang nantinya akan direplikasi di Kota Jambi,” ujar Eri.
Selain manajemen ASN, Eri juga memaparkan strategi peningkatan PAD yang telah diterapkan di Surabaya. Menurutnya, reformasi birokrasi yang baik merupakan kunci penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jambi memiliki potensi sungai yang luar biasa. Kami justru ingin belajar bagaimana pengelolaan dan pergerakan ekonomi berbasis sungai di Jambi, agar wisata susur Sungai Kalimas di Surabaya bisa berkembang lebih baik,” katanya.
Menindaklanjuti PKS tersebut, Pemkot Surabaya melalui BKPSDMD akan memberikan pelatihan, pendampingan, serta monitoring terhadap implementasi sistem pengelolaan manajemen ASN di Kota Jambi. (*)



Tinggalkan Balasan