Diza berharap SLB Harapan Mulia semakin kokoh dalam pengabdian dan terus melahirkan generasi anak istimewa yang berdaya serta mampu berkarya.

“Ke depan, tidak hanya SLB Harapan Mulia, kami juga akan mensosialisasikan pendidikan inklusif ke sekolah-sekolah lainnya agar masyarakat terbiasa dengan konsep pendidikan inklusif. Kami tidak ingin pendidikan inklusif dibeda-bedakan, dan ke depan diharapkan tercipta kolaborasi antara sekolah inklusif dan masyarakat melalui berbagai program di Kota Jambi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SLB Harapan Mulia Jambi, Yuli Maryati, S.E., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi yang selama ini terus memberikan dukungan dan mendorong sekolahnya ke arah yang lebih baik.

“Anak-anak kami bahkan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan APEKSI beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah agar anak-anak bisa setara, berdaya, dan berkarya,” ujarnya.

Baca juga:  Bangun Sinergi dan Kolaborasi, Pj Wali Kota Wujudkan Desa/Kelurahan Sadar Kerukunan di Kota Jambi

Ia menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengekspresikan diri, menampilkan keterampilan, hasil karya, serta kemampuan yang mereka miliki.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus juga mampu menunjukkan kompetensi dan memiliki kemampuan yang setara dengan anak-anak Indonesia lainnya,” singkatnya.

Melalui kegiatan ini, SLB Harapan Mulia menunjukkan bahwa pendidikan mampu merangkul anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus menegaskan bahwa Kota Jambi, Tanah Pilih Pusako Betuah, merupakan kota yang ramah anak dan berkomitmen mewujudkan kota yang inklusif. (*)