Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Jambi, Mariani Yanti, menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pelestarian tradisi sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

“Sedekah bumi ini merupakan warisan budaya yang sarat makna. Kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, rasa syukur atas hasil panen, serta mempererat silaturahmi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari arakan hasil panen hingga bazar UMKM lokal yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang.

“Kita ingin budaya dan ekonomi berjalan beriringan. UMKM dilibatkan agar bisa tumbuh dan dikenal lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi “Kota Jambi Bahagia”.

Baca juga:  Peringati Hari Peduli Sampah, Ketua TP PKK Kota Jambi Ajak Masyarakat Bertanggung Jawab Atas Sampah

Untuk diketahui Sedekah Bumi di Jambi merupakan tradisi turun-temurun masyarakat yang berakar dari budaya agraris Melayu dan pengaruh adat Nusantara secara luas. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi sekaligus doa untuk keberkahan di masa mendatang.

Kali ini, dengan mengangkat tema ” Merawat Tradisi, mempererat silahturahmi, meningkatkan ketahanan pangan, mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” Pemerintah Kota Jambi ingin menyatukan tradisi sebagai pembangkit kesadaran untuk menjaga ketahanan pangan dibawah ketidakpastian global.  (*)