“Mimpi itu gratis, mari bermimpi setinggi-tingginya. Dengan mimpi yang tinggi, kita akan berusaha memantaskan diri untuk mencapainya,” tambahnya.
Nadiyah menegaskan bahwa para finalis memiliki peran penting sebagai duta promosi daerah yang harus memahami budaya, potensi wisata, serta visi misi Kota Jambi.
“Ini bukan tahap akhir, masih ada grand final. Kalian harus menjadi role model bagi masyarakat dengan karakter dan komunikasi yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, mengatakan bahwa ajang ini merupakan wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
“Pemuda memiliki peran penting sebagai pelopor dan penjaga budaya, sekaligus menjadi agen promosi daerah dengan semangat inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang Bujang Gadis tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kualitas, wawasan, dan kepedulian peserta terhadap budaya dan pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu memperkenalkan budaya serta pariwisata Kota Jambi ke tingkat yang lebih luas,” katanya.
Mariani juga menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 102 peserta yang mengikuti seleksi, terdiri dari 97 peserta kategori kecamatan dan 5 peserta kategori umum.
“Untuk Bujang sebanyak 47 orang dan Gadis sebanyak 55 orang,” ungkapnya.
Rangkaian seleksi meliputi tahapan administrasi, tes kesehatan, psikotes, wawancara, pengumuman semifinalis, kegiatan outbound, karantina, pembekalan, malam unjuk bakat, field trip, table manner, hingga puncaknya pada malam Grand Final. (AAS)



Tinggalkan Balasan