TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Penasehat BKOW Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini ke-148 harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan dan penguatan peran perempuan dalam menghadapi tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikannya dalam Peringatan Hari Kartini yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri oleh Gubernur Jambi, para istri kepala daerah, pimpinan organisasi perempuan, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Hesti Haris menyampaikan bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti pada sejarah, melainkan harus terus diterjemahkan dalam langkah konkret di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Hari ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial. Ini adalah panggilan moral bagi kita semua. Jika dahulu Kartini berjuang membuka jalan menuju terang melalui pendidikan dan emansipasi, maka kini kita menghadapi tantangan yang berbeda, terutama di era digital yang penuh peluang sekaligus ancaman,” ujarnya.

Baca juga:  KIM Purwo Bakti Bersinergi Sabet Penghargaan, KIM FEST Nasional 2025 Perkuat Sinergi Komunikasi Publik Daerah

Ia menyoroti derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif, khususnya bagi perempuan dan generasi muda. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai benteng utama dalam menjaga nilai moral, ketahanan keluarga, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Perempuan harus hadir sebagai penguat moral dan penjaga nilai-nilai dalam keluarga. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan sosial yang muncul. Organisasi perempuan harus menjadi pelindung, sekaligus solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Hesti Haris juga mengajak seluruh organisasi perempuan di Provinsi Jambi untuk memperkuat sinergi dan solidaritas. Ia berharap setiap organisasi tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Ketua TP PKK Provinsi Jambi Bawa Program Literasi Al-Qur’an ke LPKA, Dorong Anak Binaan Jadi Generasi Hebat

“Kita harus saling mengingatkan, saling menginspirasi, dan saling menjaga. Perempuan yang hadir di sini bukan hanya mewakili diri pribadi, tetapi membawa amanah organisasi dan harapan masyarakat luas. Karena itu, kontribusi kita harus benar-benar dirasakan,” tambahnya.