Maulana juga menyoroti bahwa bidang neurologi merupakan disiplin ilmu yang kompleks dan terus berkembang, sehingga perlu didukung dengan kemampuan komunikasi yang baik agar dapat dipahami masyarakat luas.
“Di sinilah pentingnya riset, komunikasi kesehatan, dan inovasi agar layanan kesehatan dapat diakses secara lebih luas, setara, dan inklusif,” sebutnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan peserta, memperkuat jejaring nasional, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih baik.
“Jadilah dokter dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Selain itu, Maulana juga mengajak seluruh peserta untuk mengenal budaya dan suasana Kota Jambi selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Kepada seluruh peserta, saya juga mengajak untuk menikmati suasana kota kami, mengenal budaya lokal, serta membawa pulang kesan baik tentang keramahan daerah ini,” pungkasnya.
Dekan FKIK Universitas Jambi, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., menyatakan bahwa AMSA merupakan organisasi formal di bawah fakultas yang telah banyak berkiprah. Ia berharap ajang ini menjadi ruang untuk membentuk karakter dan kolaborasi bagi generasi muda kesehatan.
“Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan nasional ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, empati, komunikasi, dan inovasi bagi masyarakat,” ujar Dr. Humaryanto.
Beliau menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, diharapkan lahir calon pemimpin yang adaptif, visioner, memiliki integritas, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi dunia kesehatan Indonesia.
Penyelenggaraan NLT AMSA-Indonesia 2026 merupakan bentuk komitmen FKIK UNJA dalam mendukung pengembangan soft skill mahasiswa di luar kurikulum wajib. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan kemampuan manajemen organisasi, komunikasi publik, serta etika kepemimpinan yang kuat. (*)



Tinggalkan Balasan