Rahmad menegaskan, BEM SI Kerakyatan akan terus mengambil peran sebagai representasi suara rakyat sekaligus mitra kritis dalam mengawal berbagai kebijakan publik.
Dipilihnya Universitas Jambi sebagai tuan rumah, lanjutnya, menunjukkan bahwa Jambi tidak hanya menjadi lokasi pertemuan mahasiswa nasional, tetapi juga simbol tumbuhnya kepemimpinan mahasiswa yang berakar pada nilai budaya dan keberpihakan terhadap masyarakat.
“Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan Munas yang inklusif, progresif, dan memberikan dampak bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Rahmad mengatakan, Munas XIX BEM SI Kerakyatan akan menjadi ruang pembahasan berbagai agenda strategis organisasi, di antaranya evaluasi dan penetapan arah gerakan nasional, penguatan konsolidasi antarwilayah, serta pemilihan kepemimpinan nasional yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan strategi kolaboratif mahasiswa dalam mengawal pendidikan yang inklusif, keadilan sosial, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan demokrasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, mahasiswa Indonesia dipersatukan dalam satu semangat perjuangan untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa, memperkuat persatuan bangsa, serta memastikan setiap langkah perjuangan selalu berpijak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan