Menurutnya, program kerja yang disusun hendaknya mampu mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan daerah, memperkuat pembinaan dan pemberdayaan para perajin, memperluas akses promosi dan pemasaran, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha kerajinan. “Harapannya kerajinan khas Jambi tidak hanya menjadi simbol kebanggaan budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan para perajin, serta memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris dalam arahannya menegaskan bahwa Dekranasda harus hadir sebagai mitra nyata bagi perajin dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan akses pasar. Perajin harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam industri kerajinan. Ia juga menekankan bahwa keorganisasian Dekranasda secara berjenjang dipimpin oleh para istri kepala daerah di setiap tingkatan, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan. Sementara itu, untuk tingkat pusat, Dekranas dipimpin oleh istri Wakil Presiden Republik Indonesia.

Baca juga:  Buka Rakor Penguatan PPID, Sekda Sudirman: Skor ESG 94,7 Menunjukkan Komitmen Jambi Pada Pembangunan Berkelanjutan

“Dekranasda bukan sekadar wadah kerajinan tangan, melainkan benteng pelestarian budaya. Membatik, menganyam, menenun, dan mengukir adalah bagian dari budaya Indonesia—bahkan batik telah diakui oleh UNESCO. Tugas kita bersama adalah melestarikan warisan leluhur ini agar tidak punah dan tetap tegap berdiri,” ujar Ketua Dekranasda.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Hesnidar Haris juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jambi, Wakil Gubernur, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang konsisten memberikan dukungan penuh, serta juga pihak swasta yang memberikan dukungan.

“Sebagai bentuk komitmen nyata, bantuan telah disalurkan kepada para pelaku UMKM, baik di bidang kriya maupun kuliner. Setiap kabupaten/kota mendapatkan alokasi bantuan untuk 10 UMKM, yang terdiri dari 5 UMKM sektor kriya dan 5 UMKM sektor kuliner. Sebagian bantuan telah diserahkan secara simbolis di daerah, dan sebagian lainnya kita serahkan pada hari ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Sekda Jambi: Mahasiswa Poltekkes Harus Jadi Agen Perubahan Bidang Kesehatan

Selain penyaluran bantuan, Ketua Dekranasda juga mendorong Dinas Pariwisata untuk memperluas promosi sektor kriya secara terpadu dengan promosi pariwisata daerah. “Kami berharap Dinas Pariwisata dapat menyisipkan produk-produk kriya lokal dalam setiap video atau materi promosi pariwisata. Kriya, budaya, dan pariwisata adalah satu kesatuan yang saling mendukung. Muara utamanya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Mengakhiri arahannya, Ketua Dekranasda mengajak seluruh OPD terkait untuk menyusun program kerja dan pengajuan proposal secara terencana agar dapat diakomodasi dalam anggaran provinsi. “Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu membawa kerajinan dan pariwisata Jambi makin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Delegasi Malaysia Kunjungi Jambi, Pelajari Strategi Pengendalian Karhutla