TANYAFAKTA.CO, SAROLANGUN – Akses pendidikan bagi siswa SD 157 Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Para siswa terpaksa menyeberangi sungai dengan cara berenang akibat jembatan penghubung yang putus dan belum diperbaiki.
“Assalamualaikum selamat pagi, kami dari SD Bukit Berantai, Kabupaten Sarolangun memohon kepada pemerintah untuk membangun jembatan karena kami kesusahan dalam melewati sungai,” ujar salah satu siswi kepada TanyaFakta.co, memohon perhatian pemerintah.
Salah satu guru SD 157 Bukit Berantai, Sarwono Tumangger, mengatakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi para siswa untuk menuju sekolah.
“Para siswa harus bertaruh nyawa melewati sungai yang cukup dalam dan deras,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, putusnya jembatan itu juga menghambat aktivitas masyarakat Desa Bukit Berantai secara keseluruhan. Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital bagi mobilitas warga.
“Kami terkurung, ekonomi warga terhambat,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan