Tidak hanya itu saja, atas nama Gubernur Jambi, Al Haris juga mengajak kepada KONI Jambi untuk bisa berpartisipasi berperan dalam kesembuhan Oki sebagai bentuk kepedulian terhadap atlet-atlet Jambi.

“Saya akan minta agar KONI bisa secepatnya pula mengumpulkan donasi buat atletnya ini. Bagaimana kita harus mensupportnya, bukan hanya ini saja melainkan untuk atlet Jambi lainnya juga mesti kita suport pula untuk bisa mengharumkan nama Jambi,” terang Al Haris.

Diketahui, penyakit kanker yang diidap Oki Yusmika ini mulai menggerogoti tubuhnya sejak September 2024. Dia mulai merasakan nyeri dibagian kaki kanannya mulai dari paha hingga ujung jari berubah biru lebam dan membengkak.

Oki sempet dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Disana, Oki mengalami pendarahan serius. Setelah menjalani biopsi, dokter memastikan bahwa ia mengidap Sarkoma, jenis kanker tulang yang ganas.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Ungkap Strategi Konkret Genjot Wisata dan Ekonomi Kota Jambi

Kondisi sakit yang diderita Oki kemudian membuat dirinya harus di operasi setelah dua minggu menjalani perawatan di RSPAD di Jakarta. Operasi yang dijalani oleh atlet asal Jambi ini dengan cara pengangkatan tulang bonggol sepanjang 20 cm.

Namun, tiga minggu berselang, Oki kembali mengalami pendarahan hebat. Dokter di RSPAD menyarankan amputasi sebagai jalan terbaik. Keluarga sempat mencari alternatif lain dengan membawanya ke RS Fatmawati pada Maret 2025. Sayangnya, keputusan tetap sama, Oki harus diamputasi dari panggul kanan hingga dua jari di bawah tulang rusuk.

Setelah operasi amputasi, Oki sempat membaik dan merayakan Lebaran di rumah. Namun, sebulan kemudian, pendarahan kembali terjadi. Ia pun dilarikan ke RS Fatmawati dan menjalani serangkaian perawatan, termasuk transfusi lebih dari 50 kantong darah, terapi radiasi, dan embolisasi.

Baca juga:  Sekda Jambi: Mahasiswa Poltekkes Harus Jadi Agen Perubahan Bidang Kesehatan

Biaya pengobatan pun membebani keluarga, terutama karena BPJS hanya menanggung sebagian kecil dari obat yang dibutuhkan.

Kini, Oki kembali dirawat di RS Fatmawati sejak 29 Juni 2025 akibat batuk berdarah dan sesak napas. Dokter sedang mempersiapkan tindakan bronkoskopi dan trakeostomi untuk membantunya bernapas.

Perjuangan Oki melawan Sarkoma adalah pertarungan terberat dalam hidupnya. Dukungan dari Pemerintah daerah untuk membantunya melewati masa-masa sulit ini akhirnya pun terwujud setelah Gubernur Jambi Al Haris menjenguknya. (*)