Mat Sanusi mengatakan pihaknya sama sekali tidak ada melakukan permainan dan semuanya berjalan sesuai prosedur dan transparan.
“Cuman kenapa agak sedikit lama karena ini menyangkut SPJ Fiktif yang melibatkan banyak orang seperti stafnya, dan lain-lain,” makanya harus secara mendetail, supaya tidak ada kesalahan dan pengadilan yakin dengan apa yang kami sampaikan,” tuturnya.
Dia mengaku sebelumnya sudah mengeluarkan audit investigasi (potensi) kerugian keuangan negara kisaran Rp.652 juta.
“Akan tetapi untuk hasil akhirnya belum, dan proses terus berlangsung,” ungkapnya.
Mat Sanusi menegaskan bahwa pihaknya berjanji akan mengeluarkan hasil audit resmi paling lama bulan Desember mendatang.
“Target kami bulan Desember akhir, hasil auditnya secara resmi akan selesai,” tegasnya. (JKY)



Tinggalkan Balasan