“Sinergitas bukan hanya slogan. Ini harus diwujudkan melalui komunikasi aktif antarlembaga, terutama dalam menangani kasus-kasus yang menjadi perhatian publik,” ujarnya.
Sugeng menilai, dalam konteks Provinsi Jambi, tantangan hukum dan keamanan daerah semakin kompleks, sehingga diperlukan kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan penegakan hukum berjalan dengan prinsip kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum.
Selain memperkuat kerja sama teknis, Kajati juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penegakan hukum, terutama pada kasus-kasus yang berdampak sosial luas.
“Penegakan hukum bukan hanya soal hukuman, tetapi juga pembinaan dan pemulihan sosial. Itu bagian dari tugas negara dalam mewujudkan keadilan yang bermartabat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kondusivitas wilayah dan penegakan hukum yang berkeadilan hanya bisa terwujud apabila seluruh unsur aparat penegak hukum bersinergi secara kuat dan berkelanjutan,” ujar Kapolda Jambi.
Pertemuan antara Kajati dan Kapolda Jambi ini diharapkan menjadi momentum memperkokoh koordinasi antar-lembaga penegak hukum di tingkat daerah, demi terciptanya stabilitas keamanan dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. (*)



Tinggalkan Balasan