Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya pada aspek pengadaan lahan.
“Melalui koordinasi yang intensif dan kolaboratif, Hutama Karya berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih optimal sehingga pembangunan jalan tol dapat diselesaikan sesuai target dan segera memberikan manfaat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hamdani.
Ia menjelaskan, target operasional ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 yang ditetapkan pemerintah adalah akhir tahun 2026. Untuk memenuhi target tersebut, proses pengadaan tanah diharapkan selesai pada Juni 2026 sehingga kegiatan konstruksi di lokasi terkait dapat dimulai pada Juli 2026.
Saat ini, progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung telah mencapai 81,99 persen dengan progres pembebasan lahan sebesar 87,45 persen.
Sementara itu, progres konstruksi Ruas Betung–Tempino–Jambi mencapai 46,14 persen dengan progres pembebasan lahan sebesar 61,62 persen.
Adapun Ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya saat ini masih berada pada tahap pembebasan lahan.
“Kami berharap dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin guna mempercepat penyelesaian proyek jalan tol di Sumatra Selatan sebagai bagian dari pengembangan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Pulau Sumatra,” tutup Hamdani. (*)



Tinggalkan Balasan