“Jambi mantap harus mencapai 80 persen,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.

“Kematian bayi harus nol, gizi anak harus terjamin. Untuk itu, harus makan bergizi,” katanya.

Ivan kemudian menyinggung adanya kelompok masyarakat yang meminta evaluasi terhadap program MBG.

“Masa DPR disuruh membatalkan program MBG. Enggak ada,” ujarnya.

Ia mengklaim telah melakukan pendataan penerima manfaat MBG di Provinsi Jambi.

“Total 446 jiwa. Bayangkan setiap hari mereka mendapatkan makanan bergizi. Mana tahu ekonominya miskin ekstrem, bisa sakit maag kalau tidak makan pagi. Masa MBG mau dihapus? Lanjutkan!” serunya.

Ivan juga menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Jambi memiliki komitmen agar program MBG berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan bebas penyimpangan.

Baca juga:  Edi Purwanto Catat Sejarah: Anggota DPR RI Pertama Bermalam di Sekeladi Tanah Pejuang

“Kalau tuntutannya seperti ini, memperjuangkan aspirasi ini, kami pasang badan DPRD Provinsi Jambi,” tegasnya.

Pernyataan Ivan Wirata tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @jambitv.official, sejumlah warganet mempertanyakan sikap Ivan yang dinilai terlalu kuat dalam mendukung program tersebut.

Akun @andiandu_ menulis:

“Mereka semua bukan sedang memperjuangkan masyarakat tapi memperjuangkan SPPG mereka.”

Sementara akun @moerhaminto05_jamil mempertanyakan apakah Ivan Wirata memiliki dapur MBG.

“Punya berapa dapur pak? Bertanya dengan nada lembut,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @aagunggunawan yang menyoroti kemudahan Ivan menemui massa aksi.

“Baru kali ini ada anggota legislatif yang menemui massa aksi dengan begitu mudah. Apalagi mau pasang badan,” tulisnya. (aas)

Baca juga:  Soroti Kondisi MI Al-Amanah Ciparahu, GMNI Bogor: Luput dari Perhatian Pemerintah!