“Pengawasan terhadap kendaraan ODOL melalui Operasi ODOL maupun sistem WIM bukan semata-mata merupakan bentuk penegakan kepatuhan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta keandalan layanan jalan tol. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL,” tambah Hamdani.

Hutama Karya mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang, perusahaan logistik, maupun pengemudi kendaraan barang untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan memenuhi ketentuan dimensi dan batas muatan sesuai regulasi yang berlaku.

Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut tidak hanya melindungi infrastruktur jalan tol dari kerusakan dini, tetapi juga mengurangi potensi kecelakaan akibat kegagalan pengereman, kehilangan kendali, maupun kendaraan terguling.

Baca juga:  Laba Lampaui Target, Kontrak Baru Hutama Karya Naik 22 Persen

Selain memastikan kendaraan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan, seluruh pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi batas kecepatan yang berlaku di jalan tol, yakni minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam pada jalan tol luar kota, serta maksimum 80 km/jam pada jalan tol dalam kota. Pengguna jalan juga diminta menjaga jarak aman antar kendaraan, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Sebagai bagian dari implementasi kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), Hutama Karya terus memperkuat edukasi mengenai bahaya kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) melalui berbagai media komunikasi perusahaan. Edukasi dilakukan melalui Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, hingga penyampaian imbauan secara langsung melalui public address di gerbang tol maupun rest area.

Baca juga:  Hutama Karya Perkuat Keselamatan Berkendara, Operasi Microsleep Digelar Rutin di Jalan Tol Trans Sumatera

Melalui kampanye SETUJU, Hutama Karya terus menggaungkan pesan “SETUJU untuk Zero ODOL” sebagai ajakan kepada seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha angkutan barang untuk bersama-sama mewujudkan jalan tol yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

“Melalui pengawasan yang konsisten, edukasi yang berkelanjutan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Hutama Karya berkomitmen mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL. Kami mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang dan pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku agar tercipta perjalanan yang lebih aman, infrastruktur jalan tol yang tetap andal, serta distribusi logistik nasional yang semakin efisien,” tutup Hamdani.

Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan nyaman, Hutama Karya juga menghadirkan aplikasi Mozy yang menyediakan berbagai informasi layanan jalan tol, mulai dari tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS) yang dapat digunakan saat menghadapi kondisi tertentu di jalan tol.

Baca juga:  Hutama Karya dan BP BUMN Perkuat Sinergi Strategis Dalam Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera 

Apabila pengguna jalan membutuhkan bantuan atau informasi selama melintas di ruas tol yang dikelola Hutama Karya, dapat menghubungi Call Center Terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau melalui WhatsApp 0811-2777-000.(*)