“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” ujar Maulana.

Ia menilai, warisan sejarah tersebut tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi baru, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, pertukaran budaya, serta penguatan jejaring antarkota.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu (people to people),” ucapnya.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat memperkuat pembangunan daerah sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat Kota Jambi untuk terhubung dengan dunia internasional.

Baca juga:  Kota Jambi Raih Penghargaan WWF sebagai The Most Improved City dalam One Planet City Challenge 2019–2026

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam forum tersebut, sejumlah kepala daerah dan delegasi dari Indonesia maupun Tiongkok turut menyampaikan berbagai gagasan dan peluang kolaborasi di berbagai sektor. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Jambi dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring daerah sekaligus memperkenalkan Kota Jambi sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan potensi ekonomi, namun tetap menjunjung tinggi nilai harmoni dan keberagaman.

Baca juga:  Maulana Tancap Gas: Baru Pulang dari LEMHANAS RI, Langsung Tinjau Pembangunan Taman Banjuran Budayo Kota Jambi

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Jambi berharap terbentuk kerangka kerja sama yang lebih kuat antar-kota di Indonesia dan Tiongkok, termasuk terbukanya peluang kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, ekonomi, perdagangan dan tata kelola perkotaan, sehingga turut berdampak terhadap pendapatan daerah.

Lebih jauh, jejaring tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran terhadap warisan sejarah bersama, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta mendukung kontribusi pemerintah daerah dalam mewujudkan kerja sama kawasan dan lokalisasi Visi Komunitas ASEAN 2045 melalui berbagai inisiatif konkret di tingkat kota.

Bagi Kota Jambi, diplomasi antarkota bukan sekadar memperkenalkan daerah ke dunia internasional, tetapi juga menjadi strategi untuk membuka lebih banyak peluang investasi, pariwisata, pertukaran pengetahuan dan inovasi, sehingga dapat mempercepat terwujudnya pembangunan Kota Jambi yang semakin maju, inklusif dan berdaya saing. (*)