TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan dengan memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Salah satunya melalui Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Skema Pembudidaya Tanaman Hidroponik yang dilaksanakan pada 24–26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), dan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pembekalan sekaligus mengikuti proses asesmen kompetensi yang berkaitan dengan pembibitan, budidaya tanaman hidroponik, serta pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik.

Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pembinaan di bidang pertanian yang dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.

Hidroponik juga menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk dikembangkan karena memungkinkan kegiatan budidaya dilakukan dengan pemanfaatan lahan secara lebih efisien.

Baca juga:  Kejati Jambi dan PLN Perkuat Sinergi Hukum, Dorong Pencegahan Penyalahgunaan Tenaga Listrik

Sementara itu, pembibitan dan pupuk organik memberikan pengetahuan pendukung yang penting untuk menghasilkan tanaman yang sehat sekaligus menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Hal yang menjadi nilai tambah dalam kegiatan tersebut adalah adanya sertifikasi profesi. Artinya, keterampilan yang selama ini dipelajari dan dipraktikkan warga binaan tidak hanya berhenti sebagai pengalaman, tetapi juga melalui proses penilaian berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.

Kegiatan tersebut dihadiri Dr. Ir. Teddy Rachmat Muliady, M.M., selaku Asesor LSP Pertanian Kementerian Pertanian, dan Ir. H. R. Kartadisastra, Dip. Ani. Feed Sc., M.M., selaku Ketua TUK P4S Griya Seruni Bogor.

Turut hadir Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali, beserta jajaran pejabat struktural dan pegawai Lapas Kelas IIA Jambi.

Baca juga:  Buka Puasa Bersama, Walikota Jambi Maulana Apresiasi Program Inovatif di Lapas Kelas IIA Jambi

Syahroni Ali menilai ukuran keberhasilan pembinaan kemandirian bukan sekadar banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana keterampilan tersebut mampu bertahan dan digunakan setelah warga binaan keluar dari lapas.

“Pembinaan jangan hanya selesai di dalam lapas. Kalau keterampilan yang mereka dapat tidak bisa digunakan setelah bebas, berarti kita perlu mengevaluasi kembali cara pembinaannya. Karena itu, kami memilih mengembangkan keterampilan yang dekat dengan kebutuhan dan punya peluang ekonomi, seperti hidroponik, pembibitan, serta pengolahan pupuk organik,” tegasnya.

Menurutnya, sertifikasi menjadi langkah penting untuk memberikan pengakuan terhadap kemampuan yang telah dimiliki warga binaan.

Dengan kompetensi yang terukur, mereka diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha maupun pekerjaan.

Baca juga:  KARAT Jambi Desak Kejaksaan Tuntaskan Dugaan Korupsi, Soroti Pernyataan Hotman Paris yang Seret Nama Presiden

Pelaksanaan sertifikasi ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung program pembinaan. Lapas Kelas IIA Jambi tidak berjalan sendiri, tetapi bersama BNSP, LSP Pertanian Kementerian Pertanian, dan Bapeltan Jambi berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi di bidang pertanian.

Lebih dari sekadar memperoleh sertifikat, kegiatan ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan, pengalaman, dan kompetensi yang dapat dikembangkan.

Melalui pembinaan hidroponik, pembibitan, dan pupuk organik, Lapas Kelas IIA Jambi terus berupaya memberikan bekal nyata bagi warga binaan agar mampu membangun kemandirian serta memiliki peluang yang lebih baik ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (*)