“Jadi keterlibatan masyarakat dirasa sangat penting dalam upaya ini,” lanjut Helly.
Baru-baru ini, Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto telah mengunjungi kawasan DAS yang direhabilitasi PT SAS.
Dalam kunjungan ini, Saparis Soedarjanto memberi apresiasi dan pujian untuk PT SAS dan group atas komitmen dan tanggung jawabnya sebagai pemegang IPPKH.
Saparis melihat langsung progres penanaman yang signifikan dan menggembirakan di kawasan DAS yang menjadi tanggung jawab PT SAS dan group.
Sejak mulai dilakukan seremonial penanaman perdana pada Oktober 2025 lalu. Perusahaan telah konsisten melanjutkan penanaman secara teratur dengan melibatkan tenaga profesional dan juga masyarakat sekitar.
“Kita telah melihat langsung ke sini, progresnya sangat signifikan, telah direhabilitasi seluas 750 hektar dalam waktu lima bulan ini dan ini akan terus berlanjut,” ujar Saparis Soedarjanto.
Adapun luas lahan yang telah disepakati PT SAS dan group untuk direhabilitasi secara bertahap adalah seluas 2.018 hektar. Luas yang direhabilitasi ini sebenarnya melebihi dari kewajiban perusahaan, namun melihat kawasan DAS yang rusak parah di Hutan Gambut Londrang akibat kebakaran beberapa tahun silam, membuat perusahaan akhirnya menyetujui menambah areal hutan yang akan direhabilitasi.
Telah dalam pembahasan juga, terkait rencana PT SAS dan grup bersama Kemnhut RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) melakukan kolaborasi dalam menggerakkan masyarakat sekitar dalam produksi minyak Astiri dari hasil penyulingan tanaman kayu putih.
Pohon kayu putih menjadi salah satu jenis tanaman yang ikut ditanam di kawasan ini, selain jenis tanaman kayu-kayuan seperti jelutung rawa, pulai rawa. Juga ditanam tanaman hasil hutan bukan kayu lainnya seperti aren, jengkol, petai, pinang, lengkeng dan lainnya.
Total PT SAS dan group akan menanam sekitar 1,4 juta bibit tanaman untuk hutan lindung dan sebagian tanaman itu ada yang bisa pula dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat sekitar. Targetnya hutan bisa pulih kembali dari kerusakan, bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar, serta menyelamatkan kembali habitat flora dan fauna yang ada di dalamnya. (*)




Tinggalkan Balasan