TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang jatuh pada bulan September menjadi momentum bagi pelaku industri kelapa sawit untuk mengevaluasi sekaligus memastikan keandalan pasokan bagi para mitra bisnis.
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo), sebagai salah satu entitas produsen kelapa sawit di Indonesia, berupaya merespons kebutuhan pasar dengan menjaga konsistensi kualitas produksi serta standar keberlanjutan dari hulu ke hilir.
Dalam industri kelapa sawit, pelanggan utama sebagian besar berada pada segmen Business to Business (B2B), seperti industri rafinasi (refinery), oleokimia, hingga produsen biodiesel. Bagi segmen pasar ini, kepastian volume pasokan, spesifikasi teknis, serta tata kelola kebun yang bertanggung jawab merupakan indikator utama dalam memilih mitra pemasok.
Pada Semester I 2026, PTPN IV PalmCo mencatatkan produksi Crude Palm Oil (CPO) yang melampaui angka 1,2 juta ton. Capaian produksi tersebut juga diiringi dengan indikator efisiensi pabrik, di mana tingkat rendemen CPO perusahaan tercatat mencapai 23,47 persen.
Sementara itu, rata-rata produktivitas CPO perseroan berada pada level 2,18 ton per hektare (Ton/Ha). Pencapaian kultur teknis dan efisiensi ini menjadi modal utama perusahaan untuk menjaga stabilitas kualitas produk akhir yang diterima oleh pembeli (buyer).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa pemenuhan standar mutu operasional merupakan bentuk tanggung jawab konkret perusahaan kepada para pelanggan. Menurutnya, pelanggan di sektor industri membutuhkan jaminan bahwa bahan baku yang mereka serap diproduksi melalui tata kelola agronomi dan pabrik yang efisien.




Tinggalkan Balasan