Dalam pengembangan kemitraan, PalmCo mendorong sejumlah skema yang diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan kelembagaan petani. Di antaranya melalui pengelolaan kebun bersama atau single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan pembelian hasil panen, serta penguatan kelembagaan koperasi tani.

Pendampingan juga mencakup penerapan praktik perkebunan berkelanjutan melalui dukungan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Dengan pendekatan tersebut, peremajaan kebun tidak hanya diarahkan untuk mengganti tanaman yang sudah tidak produktif, tetapi juga membangun kembali fondasi usaha petani melalui tanaman yang lebih produktif dan pengelolaan kebun yang sesuai standar teknis.

“Peremajaan harus kita lihat sebagai investasi jangka panjang bagi petani dan industri. Ketika kebun rakyat kembali produktif, petani memperoleh basis usaha yang lebih kuat, sementara perusahaan mendapatkan kepastian pasokan TBS yang lebih berkelanjutan. Inilah yang menjadi bagian penting dari penguatan rantai pasok sawit nasional,” ujar Jatmiko.

Baca juga:  Jaga Standar Mutu Global, Kopi Arabika PTPN IV PalmCo Kembali Rambah Amerika Serikat

Penguatan produktivitas petani menjadi semakin strategis seiring dengan pengembangan program B50. Peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu langkah untuk mendukung tambahan kebutuhan tersebut dengan tetap menjaga keseimbangan pasokan CPO untuk berbagai kebutuhan nasional.

Ke depan, PalmCo akan terus memperkuat kemitraan sebagai hubungan usaha jangka panjang dengan menempatkan petani rakyat sebagai bagian dari ekosistem bisnis perusahaan. Fokus pengembangan mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, penguatan akses pasar, kelembagaan petani, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun rakyat. Produktivitas yang lebih tinggi diharapkan memperkuat pendapatan dan basis usaha petani, sekaligus menjaga ketersediaan TBS sebagai bahan baku industri sawit untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi nasional. (*)