TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Jambi Tahun Anggaran 2027. Meski proyeksi pendapatan dan belanja daerah mengalami penurunan, kualitas pelayanan publik dipastikan tetap menjadi prioritas.
Penegasan tersebut disampaikan Kemas Faried usai mengikuti rapat paripurna penyampaian nota pengantar dan nota keuangan RAPBD Kota Jambi 2027 di Aula Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Kamis, (22/10/2026).
Dalam rancangan anggaran tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan sekitar Rp1,6 triliun. Angka ini turun sekitar 8,01 persen atau Rp142,1 miliar dibandingkan APBD murni 2026.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,671 triliun, turun sekitar 7,56 persen dibandingkan APBD murni 2026 yang mencapai Rp1,808 triliun.
Penurunan proyeksi tersebut menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Jambi. Ruang fiskal yang lebih terbatas menuntut pengalokasian anggaran secara cermat agar program prioritas tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tidak terabaikan.
“Meskipun ada proyeksi penurunan angka pendapatan dan belanja, di mana pendapatan turun sekitar 8 persen dan belanja turun sekitar 7 persen, kami di DPRD memastikan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap diutamakan,” ujar Kemas Faried.
Ia menegaskan, pembahasan RAPBD tidak boleh hanya berfokus pada besaran angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga harus memperhatikan manfaat nyata setiap program bagi masyarakat.




Tinggalkan Balasan