Anehnya, ia mengaku baru mengetahui keberadaan gudang itu.
“Selama ini, khususnya untuk saya sendiri, saya baru tahu,” ucapnya.
Pernyataan tersebut memantik kecurigaan warga. Mereka mengaku gudang itu sudah beroperasi terang-terangan selama tiga tahun terakhir dan pernah digerebek, namun kembali beroperasi.
“Bukan rahasia umum lagi, bang. Dulu sudah pernah tutup karena digerebek aparat. Tapi sekarang jalan lagi. Heran, kok bisa gak tercium lagi sama aparat?” ujar seorang warga.
Bahkan, ada warga yang menduga gudang tersebut mendapat beking dari oknum aparat.
“Isunya sih dibekingi, Bang. Gak logis kalau polisi bilang baru tahu. Masa aktivitas sebesar ini gak terpantau?” kata warga lainnya.
Masyarakat menuntut aparat bertindak tegas, mengingat aktivitas penimbunan BBM ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan warga.
“Kalau kebakaran kayak kemarin merembet ke rumah warga, siapa tanggung jawab? Polisi harus tegas!” tegas seorang warga.
Informasi yang dihimpun TanyaFakta.co dari warga sekitar menyebut gudang tersebut dimiliki oleh seorang bernama Agus.
Dalam insiden itu, api menghanguskan dua truk tangki, dua truk modifikasi, dua mobil pikap, satu minibus, dua tangki besi persegi, satu tangki bulat, 33 drum besi, dan tujuh mesin pompa merek Alkon.
Terakhir, TanyaFakta.co mencoba menghubungi Kanit Tipidter Polresta Jambi, Iptu Edi Triharyadi, SH.,MH pada Jumat, (8/8/2025). Akan tetapi, sama seperti saat dimintai keterangan beberapa waktu lalu, Ia memilih untuk tidak bersuara. Ada apa? (Aas)



Tinggalkan Balasan