Oleh: Noviardi Ferzi

TANYAFAKTA.CO Tambang emas ilegal atau yang populer disebut lubang tikus di Kabupaten Bungo kini bukan lagi sekadar cerita tentang pencari rezeki. Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) ini telah menjelma menjadi ancaman serius yang merusak sendi ekonomi, menghancurkan ekologi, bahkan menyokong jaringan kejahatan narkotika.

Kita masih ingat, pada Februari 2025 aparat gabungan membakar 11 titik PETI di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Juli lalu, satgas kembali menyita rakit dompeng dan mesin tambang ilegal. Namun lima bulan berselang, lubang-lubang itu tidak berkurang, justru bertambah. Operasi yang mestinya menghadirkan efek jera malah memperlihatkan sebaliknya: PETI tumbuh subur, seolah tidak ada yang mampu mengendalikan.

Baca juga:  Renungan Jum'at : Gerakan Gen Z Cinta Zakat Meraih Kemenangan Hidup

Fakta di lapangan bahkan lebih ironis. Laporan investigasi Agustus 2025 mengungkap bahwa bos-bos PETI di Limbur Lubuk Mengkuang rutin menyetor Rp5–10 juta per lubang per bulan kepada pengurus forum masyarakat yang difasilitasi pemerintah dusun. Dengan sekitar 40 lubang aktif, pungutan liar ini bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Pertanyaan publik pun sederhana: bagaimana mungkin pungutan sebesar itu berjalan mulus tanpa sepengetahuan aparat?

Lebih mengejutkan lagi, dana setoran tersebut disebut-sebut mengalir ke jaringan narkoba. Kepolisian sendiri mengakui bahwa beberapa kasus narkotika di Bungo terkait dengan kelompok yang juga bermain dalam aktivitas PETI (Antara Jambi, 2022). Jika benar demikian, PETI tidak lagi sekadar tambang ilegal, melainkan mesin uang bagi kejahatan terorganisir.

Baca juga:  Mitos Politik dan Realitas Historis Kesultanan Jambi

Yang membuat situasi semakin gawat, aktivitas pengolahan emas ilegal kini dilakukan secara terang-terangan. Puluhan gelundungan emas berdiri hampir di setiap desa di Limbur Lubuk Mengkuang, bahkan ada yang beroperasi tidak jauh dari kantor Polsek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah aparat benar-benar tidak tahu, atau justru sengaja membiarkan?