Iskandar, Kepala Bidang PPTK dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muarojambi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Pertamina EP Jambi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis di bidang pengelasan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang kerja. Kami mengapresiasi Pertamina EP Jambi atas dukungannya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Muaro Jambi,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan dapat terus diperkuat agar program pelatihan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Pelaksanaan program diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pertamina EP Jambi dan Disnakertrans Kabupaten Muarojambi sebagai landasan kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan.

Kolaborasi ini mempertemukan dukungan dunia usaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan kompetensi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis keterampilan, pelatihan diharapkan dapat membantu memperkecil kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja lokal dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

Bagi peserta, penguasaan keterampilan pengelasan dapat menjadi modal awal untuk meningkatkan daya saing. Meski demikian, akses terhadap pekerjaan tetap membutuhkan pemenuhan standar kompetensi, pengalaman praktik, serta persyaratan keselamatan kerja yang berlaku di masing-masing sektor industri.

Pertamina EP Jambi berharap program pengembangan kapasitas masyarakat dapat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan keterampilan yang semakin baik dan peluang kerja yang semakin terbuka, masyarakat di sekitar wilayah operasi diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga. (*)